BANDUNG, iNews.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyatakan, Tol Cipularang KM 118 aman dilalui kendaraan, namun lalu lintas agak terhambat karena ada pekerjaan di bahu jalan. Hal ini sesuai dengan keterangan PT Jasa Marga setelah longsor yang terjadi pada Selasa (11/2/2020).
"Perbaikan tembok penahan tanah itu akan dikerjakan secepat mungkin oleh petugas di lapangan," ujar Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Jabar Budi Budiman Wahyu, Minggu (16/2/2020).
Dia mengatakan, longsor pertama ini menerjang Kampung Hegarmanah RT02 RW04, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat pada Selasa (11/2/2020). Longsor terjadi akibat ada rembesan air dari kubangan sawah di pinggir Tol Cipularang KM 118.
Bencana tanah longsor mengakibatkan enam unit rumah rusak berat milik Anjang (40 tahun), Nani (55 tahun), Asep Buhori (50 tahun) Abas (41 tahun), Agus (46 tahun), Khodijah (50 tahun) dan 80 unit rumah terancam terkena material longsor.
Selain itu, longsor juga merusak lahan pertanian sawah sekitar tiga hektare, enam unit kolam ikan dan saluran air bersih (pipa) 1.500 meter serta satu orang mengalami luka ringan.