Terjangan banjir paling parah terjadi di Kecamatan Cikarang Utara yang merendam empat desa, yakni Desa Karangharja, Tanjungsari, Simpangan, dan Desa Mekar Mukti dengan genangan air paling tinggi mencapai 120 cm dan paling rendah 40 cm.
"Terakhir, banjir merendam dua desa di Kecamatan Serang Baru, yakni Desa Sukaragam dan Sirnajaya dengan ketinggian air antara 30-60 cm," tutur Fadly.
Berdasarkan data terakhir, Jumat (19/2/2021) pukul 20.00 WIB, jumlah warga terdampak banjir yang melanda Kabupaten Bekasi tersebut mencapai 1.756 kepala keluarga (KK). "Penyebab banjir akibat hujan deras dan meluapnya air Sungai Jambe dan tanggul jebol," ucapnya.
Selain memberikan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir, pihaknya bersama aparatur pemerintah dan warga setempat telah bergotong royong melakukan perbaikan darurat tanggul yang jebol.
Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan aparat desa setempat untuk penanganan tanggul yang jebol tersebut dan berkoordinasi dengan pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD Jabar dalam permohonan bantuan logistik bagi warga terdampak.
"BPBD Kabupaten Bekasi pun terus mendata warga terdampak. Adapun kebutuhan mendesak bagi warga terdampak adalah makanan pokok, air mineral, selimut, dan obat-obatan," ujar Fadly.