"Identitas pelaku sudah kami kantongi tinggal dicomot (ditangkap) saja. Namun keberadaannya di mana, masih kami lacak. Pokoknya kami kejar terus sampai dapat," tutur Kapolres Karawang.
Sebelumnya diberitakan S, bocah 14 tahun, tewas mengenaskan seperti bunuh diri di Jembatan KIIC Karawang. Dugaan bunuh diri muncul karena tertekan setelah dimarahi oleh majikan yang merupakan kakak iparnya karena menjual bensin namun pembeli tidak membayar. Namun berdasarkan fakta-fakta dilapangan tanda-tanda bunuh diri tidak ada.
Namun berdasarkan fakta-fakta dilapangan tanda-tanda bunuh diri tidak ada. Polisi langsung mendalami kasus bunuh diri itu dengan membongkar makam korban dan mencari alat bukti lainnya. Sejumlah saksi- saksi juga dimintai keterangan.
Penyelidikan intensif dilakukan setelah Komnas Perlidungan Anak (PA) Karawang menemukan indikasi kejanggalan dalam kematian bocah S tersebut. Komnas PA tidak menemukan tanda-tanda seperti orang bunuh diri di tubuh.
Komisioner Komnas PA Jabar Wawan Wartawan mengatakan pihaknya bersama sejumlah aparat desa dan kecamatan mendatangi lokasi gantung diri. Dari hasil keterangan saksi dan berdasarkan keadaan lokasi bunuh diri ditemukan sejumlah kejanggalan.