Bocah Pemabuk Kabur dari Pesantren Ciroek Purwakarta, Kenapa?

Agus Warsudi
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi membujuk bocah F agar mau kembali dibina di Pesantren Ciroek Purwakarta. (FOTO: ISTIMEWA)

Kang Dedi menyatakan, tradisi dimandikan pada malam hari di Pesantren Ciroek adalah hal biasa. Terlebih di badan F masih banyak energi negatif yang harus dibersihkan.

“Ini (dalam diri F) terlalu banyak energi negatif. Moro bagong (berburu babi hutan), minum (miras), obat-obatan. Kan harus dibersihkan pakai air mengandung energi yang mampu membugarkan tubuh dan memperbaiki syaraf-syaraf otak,” ujar Kang Dedi.

Selain tidak betah, F beralasan kabur karena takut dipukul karena tidak mau saat diminta memijat oleh sesama santri. Sehingga ia memilih kabur dengan cara menjebol plafon dan naik ke atap pesantren.

Untuk memastikan hal tersebut Dedi pun langsung melakukan panggilan telepon dengan pengurus pesantren. Dari penjelasan pengurus rupanya sejak hari pertama F sudah berusaha kabur dengan menjebol plafon.

“Hari pertama itu sudah terpisah tapi plafon sama genteng dirusak, dijebolin. Akhirnya dititip sementara ke bangunan yang lebih kokoh,” ucap seorang ustaz yang di telepon Dedi.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kasus Wadas, Dedi Mulyadi: Harus Ada Jaminan Warga Tetap Hidup Baik

57 tahun lalu

Heboh, Dedi Mulyadi Gerebek Gudang dan Toko Miras Oplosan di Purwakarta

57 tahun lalu

Jelang Musdalub Golkar Jabar, Nama Dedi Mulyadi dan Ade Ginanjar Mengemuka

57 tahun lalu

Mak Enci Meninggal Mendadak, Dedi Mulyadi Sangat Sedih, Siapa Dia?

57 tahun lalu

Bocah Purwakarta Ini Kerap Mabuk dan Ngamuk Bawa Golok, Dedi Mulyadi Turun Tangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal