“Awalnya saya mengira cucu saya dibawa bapaknya. Tapi, sampai waktu malam, usai melaksanakan salat tarawih, cucu saya tidak muncul-muncul. Lalu sekitar 40 warga mencari cucu saya sambil bawa senter juga berdoa oleh ustaz di sini. Tapi, belum juga ketemu,” kata Mimin.
Pencarian kembali dilakukan warga setelah melaksanakan salat Subuh. sang cucu akhirnya ditemukan dengan kondisi sudah meninggal dunia. Anehnya, lokasi penemuan jasad cucunya pada malam pencarian kemarin sudah dilewati dan ditelusuri, namun tidak ditemukan.
Sementara itu Kapolsek Kadudampit Iptu Awan Kurniawan mengatakan, sebelumnya pihaknya tidak mendapatkan laporan adanya kehilangan anak. Namun, saat Polsek Kadudampit menerima laporan penemuan mayat anak laki-laki, dia bersama sejumlah anggotanya langsung ke lokasi kejadian.
“Iya, kalau ada laporan kehilangan anak, kan kami juga bisa ikut membantu mencari. Tapi, ini memang tidak ada laporan yang masuk soal kehilangan anak. Jadi, laporan warga yang masuk ke kita itu soal penemuan mayat,” ujar Awan.
Dia mengatakan, setelah mendapat laporan langsung berkoordinasi dengan Polres Sukabumi Kota. Hasil pemeriksaan sementara, korban diduga meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya.
“Pengakuan dari keluarganya, anak itu mengidap penyakit asma dan alergi makanan. Saat tim Inafis datang ke rumah duka, posisi jasad korban itu sudah dikafani. Sempat kami buka memang tidak ada bekas luka lebam atau luka apa pun di tubuhnya itu,” ujar Awan.