Dirno, ayah korban mengatakan, selama ini, korban tinggal bersama ibunya. Dirno dan istrinya telah lama bercerai. "Terakhir bertemu korban satu tahun lalu di Indramayu. Korban telah putus sekolah sejak SD karena tidak mau sekolah," kata Dirno.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Parigimulya Aipda Ridwan mengatakan, korban dikenal oleh masyarakat sebagai anak yang rajin membantu orang tuanya. "Korban juga suka tidur di mana saja. Namun memang korban sering melakukan pencurian di minimarket. Terakhir mencuri ponsel ibunya meskipun akhirnya dikembalikan," kata Aipda Ridwan.
Saat ini, korban telah dimakamkan di tempat permakaman umum (TPU) Desa Parigimulya, Subang. Sedangkan ibu, kakek, dan paman korban telah diamankan oleh Polres Indramayu. Kasus pembunuhan ini ditangani oleh Satreskrim Polres Indramayu.
Diberitakan sebelumnya, seorang remaja tanpa identitas ditemukan tewas di saluran Irigasi Blok Sukatani, Desa Bugis, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Rabu (4/10/2023) sekitar pukul 09.00 WIB. Kondisi mayat mengenaskan, kedua tangan terikat tali dan terdapat sejumlah luka di kepala.
"Iya benar. Sekitar pukul sembilan pagi, kami mendapatkan telepon dari petugas pengairan yang melaporkan ada penemuan mayat di pinggir sungai itu," kata Kapolres Indramayu AKBP M Fahri Siregar melalui Kapolsek Anjatan AKP Heriyanto.
Setelah mendapat laporan, petugas Polsek Anjatan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Indramayu, juga petugas medis dari Puskesmas Anjatan.
"Ada luka di kepala korban dan kedua tangannya terikat ke belakang. Usia korban kurang lebih belasan tahun, berjenis kelamin laki-laki. Korban menggunakan ikat pinggang (sabuk) dari salah satu pondok pesantren di Subang," kata AKP Heriyanto.