BMKG Jelaskan Banjir di Bandung Raya, Ini Penyebabnya 

Arif Budianto
Warga mendorong motor yang mogok setelah nekat menerobos banjir yang merendam Jalan Raya Dayeuhkolot, Bandung. (FOTO: ERICK FAHRIZAL)


Data satelit Himawari dan Radar menunjukkan bahwa kejadian hujan tersebut bersifat lokal. Hujan bersifat lokal lebih disebabkan oleh labilitas atmosfer lokal yang mendukung pertumbuhan awan hujan (Awan Cumulonimbus/Cb). Nilai K index mencapai > 38 sejak pukul 19:00 wib hingga dini hari. Sedangkan nilai Lifted Index < -5. 

"Kedua nilai index ini menunjukkan potensi terjadinya hujan lebat disertai dengan petir dan angin kencang. Pertumbuhan awan dan kejadian hujan terjadi sekitar pukul 01.30 WIB hingga 02.20 WIB.

Labilitas lokal tersebut ditambah dengan pengaruh MJO yang dalam beberapa hari terakhir aktif di wilayah Maritim Kontinen. Pengaruh MJO akan memperkuat proses pertumbuhan awan hujan dan memungkinkan terjadinya hujan sedang-lebat dalam durasi singkat.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jalan Raya Dayeuhkolot Bandung Terendam Banjir, Puluhan Motor Mogok

57 tahun lalu

Aceh hingga Papua Selatan Masuki Kemarau, BMKG Peringatkan Lebih Kering dan Panjang!

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini M 4,8 Guncang Nias Utara, Warga Rasakan Getaran Kuat

57 tahun lalu

Gempa Dangkal M 4,6 Guncang Nias Selatan, Berpusat di Laut

57 tahun lalu

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe, Tidak Berpotensi Tsunami

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal