BMKG Ingatkan Potensi Multi Bencana di Jabar hingga Maret 2021

Arif Budianto
Prakiraan cuaca ekstrem di Jabar. Foto: Istimewa

Menurut dia, faktor-faktor pengendali iklim di wilayah Indonesia, saat ini yang sedang aktif berpengaruh adalah Monsoon Asia. Daerah Konvergensi Antar Tropis (ITCZ) memperlihatkan anomali yang mengarah pada penguatan curah hujan tinggi di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jabar. Fenomena La Nina saat ini juga masih aktif dengan indeks yang mengarah ke kondisi normal pada bulan Mei 2021.

Sementara itu, Koordinator Data dan Informasi Stasiun Bogor, Hadi Saputro, mengatakan, pada Februari hampir semua wilayah di Jabar hujan tinggi dan sangat tinggi. Pada Maret, hujan alam berkurang di wilayah Pantura. Namun wilayah tengah dan selatan masih tinggi. 

"Sekarang ini hujan ekreem karena curah bujannya sangat tinggi, bisa sampai 100 mm per jam. Jadi kalau jumlah pohon minim, tanah tidak ada penahannya bisa sebabkan longsor dan banjir bandang," ujarnya.

Ciri ciri banjir dan longsor, bisa dideteksi terjadi hujan lebat sampai 3 jam. Hal itu didasarkan pada pengalaman kejadian bencana di Jabar. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Barat pada Puncak Musim Hujan

57 tahun lalu

Banjir Bandang Terjang 5 Desa di Gorontalo Utara, Tinggi Air Capai 2 Meter

57 tahun lalu

Arus Balik Lebaran, Waspada Potensi Cuaca Hujan di Wilayah Jateng

57 tahun lalu

Waspada! Hujan Lebat Intai Bandung Raya dan Sejumlah Daerah di Jabar Sepekan ke Depan

57 tahun lalu

Peringatan Dini Cuaca BMKG: Waspadai Hujan Lebat di Cisarua KBB Sepekan ke Depan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal