Bima Arya Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Bogor pada Juli-Agustus

Antara
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto. (Foto: SINDOnews)

Menurut dia, pada penguatan mitigasi infeksi, dilakukan dengan membangun sistem lacak dan pantau melalui surveilas. "Kami melakukan penguatan pasukan di lapangan yang disebut deteksi aktif (detektif) Covid-19. Pada tim detektif Covid-19 ada unit melacak dan unit pemantau," katanya.

Tugas unit pelacak, kata dia melacak orang-orang yang teridentifikasi positif Covid-19. "Tim pelacak ini bekerja menentukan ODP (orang dalam pemantauan) semaksimal mungkin dan seakurat mungkin setelah diketahui adanya kasus positif," katanya.

Kemudian, tim pemantau, tugasnya memastikan agar orang-orang yang ODP tetap dipantau dan tidak ke mana-mana selama 14 hari. "Unit pemantau ini anggotanya ada 822 orang di seluruh Kota Bogor, yakni merekrut tenaga sukarelawan untuk menguatkan tim di puskesmas," katanya.

Tim pelacak dan tim pemantau ini diharapkan terus bekerja secara intensif dan efisien dalam mengidentifikasi penyebaran Covid-19 di Kota Bogor.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Wujudkan Zona Hijau, Babel Terus Sosialisasikan Prokes Covid-19

57 tahun lalu

Jelang Nataru, Dinkes Kaltim Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

57 tahun lalu

Waspadai Ancaman Teror Bom Jelang Nataru, Polda Babel Siagakan 1.930 Personel

57 tahun lalu

Warga Serbu Layanan Vaksinasi yang Digelar Polres Sukoharjo, Ada Hadiah Motor

57 tahun lalu

Rusia Klaim Vaksin Hidung Buatannya Ampuh Lawan Virus Corona

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal