Di lain sisi, biaya logistik Indonesia tergolong tinggi. Selain itu, Logistics Performance Index (LPI) Indonesia pada tahun ini turun 17 peringkat dibandingkan lima tahun lalu. LPI Indonesia kini berada di peringkat 63 dari total 139 negara.
Lebih lanjut dia mengatakan, isu logistik itu juga bisa menjadi poin-poin pertanyaan dalam beberapa topik debat. Dalam debat tentang energi dan pangan, serta infrastruktur, misalnya, dapat digali strategi pengembangan sektor logistik untuk mengatasi persoalan pasokan dan pemerataan ketersediaan energi dan pangan.
Persoalan lain terkait dengan kelangkaan, harga mahal, dan fluktuasi harga kebutuhan barang pokok yang seringkali terjadi karena masalah transportasi dan distribusi; juga pengembangan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah.
"Topik debat lainnya yang relevan dengan logistik adalah ekonomi dan kesejahteraan sosial, serta perdagangan dan industri," aujar dia.
Strategi sektor logistik sangat penting untuk ditinjau sebagai pendukung dalam mengatasi masalah pemerataan ekonomi wilayah, perdagangan, dan industri, serta kesejahteraan rakyat.
Data BPS menunjukkan pada Triwulan II tahun 2023 distribusi ekonomi Indonesia didominasi wilayah Jawa (57,27 persen) dan Sumatera (21,94 persen), sementara wilayah-wilayah lainnya hanya berkisar 2,57 persen-8,32 persen.
Setijadi menyatakan capres-cawapres juga diharapkan mempunyai pandangan strategis mengenai tiga isu utama persoalan logistik yang selama ini menjadi rekomendasi SCI, yaitu revisi atas Perpres 26/12 tentang Cetak Biru Pengembangan Logistik Nasional (Sislognas), pembentukan UU logistik, dan pembentukan lembaga permanen bidang logistik.