BI Klaim Tak Ambil Untung, Sebut Biaya Admin QRIS Usaha Mikro 0,3 Persen

Arif Budianto
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Erwin Gunawan Hutapea. (Foto: iNews.id/Arif Budianto)


Menurut dia, adanya biaya QRIS mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi pada Q1 2023. Di mana menunjukkan bahwa fase sudah beralih dari recovery menjadi kebangkitan. Dengan pertumbuhan ekonomi yang sudah terjadi baik di tingkat nasional maupun di Jawa Barat, pihaknya menilai sudah tepat dalam melakukan penyesuaian tarif MDR QRIS.

"Kita sudah masuk ke fase kebangkitan ekonomi, sebagaimana terlihat dari pertumbuhan ekonomi selama Q1 nasional 5,03 persen dan Jawa Barat tumbuh 5 persen, sehingga dengan melihat perkembangan itu, dan mempertimbangkan bahwa PJSP yang terlibat dalam ekosistem sistem pembayaran termasuk QRIS memang dalam pemeliharaan dan pengembangan mereka perlu investasi," ucapnya.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hari Bank Indonesia yang Diperingati setiap 5 Juli, Ini Sejarahnya

57 tahun lalu

Pertamina Uji Coba Full Journey Biosolar di Tiga Kabupaten Wilayah Jateng

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal