Rohman juga mengindikasikan pengunduran diri Ana itu karena khawatir ditangkap KPK terkait kasus gratifikasi pemberian mobil mewah dalam proyek rumah sakit (RS) Raysa.
“Bisa saja, karena ini jabatan politis. Kami melihat ada skenario besar. Kami menduga, supaya nanti kalau anaknya maju akan memutus mata rantai ooh itu anaknya bupati. Ada indikasi juga kasus gratifikasi mobil Pajero untuk memperlancar izin rumah sakit,” bebernya.
Kekecewaan juga diungkapkan warga Indramayu, Supriyadi. Menurut dia, jabatan Ana Shopanah masih panjang dan belum menunjukan prestasinya dalam menyejahterakan masyarakat. “Jelas kecewa, karena jabatan beliau kan masih panjang dan masih banyak pekerjaan yang belum selesai,” ucapnya.