Bentrokan Petani dengan Kelompok Massa, Bupati Indramayu: Premanisme Tak Dihalalkan

Fathnur Rohman
Dua jenazah korban bentrokan di areal PG Jatitujuh hendak dibawa ke RS Bhayangkara Losarang Indramayu. (Foto: Inin Nastain)

INDRAMAYU, iNews.id - Bupati Indramayu Nina Agustina sangat menyayangkan insiden bentrokan di area lahan tebu Pabrik Gula (PG) Jatitujuh hingga menewaskan dua orang yang terjadi pada Senin (4/10/2021). Secara tegas bupati mengutuk tindakan premanisme tersebut.

"Kita boleh hidup bersama-sama membela. Tapi premanisme ini tidak kita halalkan. Tidak kita perbolehkan," kata Nina kepada awak media di Pendopo Bupati Indramayu, Jawa Barat, Selasa (5/10/2021).

Menurut Nina, konflik sengketa lahan yang terjadi di area lahan PG Jatitujuh itu sudah lama terjadi. Pihaknya telah berkoordinasi untuk menyelesaikan permasalahan garapan lahan tersebut.

Dia menilai, peristiwa berdarah itu diduga dipicu akibat salah satu kelompok yang tidak sabar dalam proses penyelesaian sengketa lahan itu.

"Sebenarnya kita beberapa bulan yang lalu, sudah ada mediasi. Tapi mungkin karena ketidaksabaran atau ini berlarut-larut, akhirnya meledak," ujarnya.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pascabentrok Maut di Area PG Jatitujuh, Pemkab Majalengka Koordinasi dengan Indramayu

57 tahun lalu

Candaan Berujung Maut, Mahasiswa Tewas Ditembak Petani di Sumba Barat Daya NTT

57 tahun lalu

Viral Pemuda Tewas Dikira Dibegal di Pantura Cirebon, Ternyata Korban Kecelakaan

57 tahun lalu

Mencekam! Bentrok 2 Kelompok Pemuda Pecah di Sorong, 2 Polisi dan Anak 10 Tahun Terluka

57 tahun lalu

Sidang Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu, Terdakwa Teriak Sebut Bukan Pelaku Utama 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal