Kepala Desa Dadap, Asrikin mengatakan, ada tiga benteng yang ditemukan di wilayah desanya. Yakni, satu bangunan ditemukan di tepi pantai dan dua bangunan benteng masih di muara Pelabuhan Dadap Indramayu. “Selain itu, ditemukan parit yang posisinya berada di tengah laut dan bekas bangunan mercusuar,” katanya.
Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Indramayu, Dedi Musashi menjelaskan, temuan tiga benteng Jepang itu sudah dilaporkan ke Balai Arkeologi Bandung dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten. “Penemuan benteng itu akan diteliti lebih lanjut oleh tim ahli,” ujarnya.
Dia menambahkan, temuan pillbox benteng ini akan dikomunikasikan dengan tim ahli cagar budaya dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Indramayu. Bila memungkinkan temuan tersebut akan dijadikan objek wisata budaya bagi masyarakat Indramayu.