Belasan Warga Desa Pangkalan Cirebon Terjangkit DBD, Mayoritas Anak-Anak

Toiskandar
Sebanyak 14 warga, mayoritas anak-anak di Desa Pangkalan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, terjangkit DBD. (Foto: Ilustrasi/Ist)

CIREBON, iNews.id - Belasan warga, mayoritas anak-anak, di Desa Pangkalan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Saat ini, satu dari belasan warga yang terjangkit DBD masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Untuk mencegah agar penularan DBD tak meluas, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon melakukan fogging atau pengasapan di Desa Pangkalan, Kamis (23/6/2022) siang. Petugas juga membagikan serbuk abate dan melakukan sosialisasi terkait bahaya DBD.

"Tercatat belasan warga yang sebagian besar anak-anak terjangkit demam berdarah. Satu di antaranya masih dirawat di rumah sakit," kata Kepala Puskesmas Pangkalan Masriti.

Kegiatan hari ini, ujar Masriti, empat petugas fogfing disebar Dinkes Cirebon di sejumlah rukun tetangga (RT) Desa Pangkalan, Kecamatan Plered. Petugas melakukan pengasapan di lorong, selokan, dan pekarangan rumah warga. "Satu-persatu area yang dinilai bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti di-fogging petugas," ujar Masriti.

Berdasarkan data puskesmas, tutur Kepala Puskesmas Pangkalan, belasan warga yang terjangkit DBD tersebut terjadi dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2022. Berbagai upaya telah dilakukan petugas mulai dari sosialisasi pencegahan jentik nyamuk, fogging hingga pemberian serbuk abate guna meminimalisasi penyebaran ngamuk aedes aegypti.

"Petugas Puskesmas Pangkalan akan terus melakukan sosialisasi dan pemantauan kebersihan lingkungan untuk memastikan tidak ada tempat bagi perkembangan nyamuk aedes aegypti, fogging juga akan dilakukan berkala guna memastikan keamanan dan kesehatan warga," tutur Kepala Puskesmas Pangkalan.

Utin, warga Desa Pangkalan mengatakan, umumnya, warga yang terjangkit DBD mengeluhkan sakit kepala, mual, dan demam tinggi hingga timbul bintik-bintik di tubuh. "Dari empat belas anak yang terdiagnosa DBD, satu di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit," kata Utin.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sedih, Pedagang Sayuran di Cirebon Gagal Haji gegara Pandemi Covid-19 dan Batas Usia

57 tahun lalu

Ratusan Pedagang sambil Nangis Tolak Revitalisasi Pasar Caplek Cirebon, Ini Penyebabnya

57 tahun lalu

Sandiaga Uno Apresiasi Produk UMKM Cirebon dan Dukung Jalakotek agar Go Nasional

57 tahun lalu

Warga Harjamukti Cirebon Panik saat Masuk Kamar Disambut Ular Kobra 1,5 Meter

57 tahun lalu

Sintren, Tarian Mistis dari Cirebon yang Digunakan untuk Kelabui Belanda

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal