Tapi yang menarik, untuk mengubah kesan angker itu, pengelola Lapas Sukamiskin menyulap tempat itu menjadi area urban farming untuk budidaya jamur tiram. Uniknya ketika pertama kali akan digunakan, sebelum pintu dibuka, beberapa petugas dan warga binaan lebih dulu mengadakan ritual khusus.
Menurut Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas 1 Sukamiskin, Ratri Handoyo Eko Saputro, budidaya jamur tiram dipilih sebagai salah satu peluang agribisnis atau bisnis di bidang pertanian yang menguntungkan. Jamur tiram memiliki banyak kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Jamur bisa diolah menjadi berbagai produk kuliner yang lezat.
Hal inilah yang menjadi dasar Lapas Kelas 1 Sukamiskin melalui Bidang Kegiatan Kerja dengan dukungan kasi-kasi di bawahnya berinisiatif mengaktifkan Kembali pos kerja produksi jamur tiram. Tujuannya menumbuhkembangkan jiwa entrepreneur di kalangan para Warga Binaan.
Program ini pun mendapat respons positif dari warga binaan Lapas Sukamiskin. Buktinya, untuk pertama kalinya, mereka telah berhasil memanen jamur tiram yang beberapa bulan lamanya telah dirawat dan dipelihara. Panen perdana dilakukan langsung oleh Kalapas Sukamiskin Elly Yuzar pada Rabu (7/7/2021).
“Panen raya jamur tiram ini diharapkan bisa menjadi awal kebangkitan bidang kegiatan kerja untuk maju dan produktif," ujar Ratri.
Menurut dia, stigma Lapas Kelas 1 Sukamiskin yang awalnya selalu negatif karena identik lapas bagi para Warga Binaan kasus tipikor bisa sedikit berkurang. Mereka ternyata mampu menjadi lapas industri dengan wujud nyata menggeliatnya pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Menurut Kepala Lapas Kelas 1 Sukamiskin Elly Yuzar, pihaknya saat ini sedang berupaya mengembangkan berbagai potensi pembinaan untuk para warga binaan. Dengan beragamnya pembinaan yang dilakukan diharapkan akan cepat memperoleh progress dan hasil yang baik.