PURWAKARTA, iNews.id - Warga di Kelurahan Ciseureuh, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat memrotes pembangunan klaster yang tak jauh dari permukiman. Pasalnya, material gali uruk tergerus air hujan yang mengakibatkan banjir tanah merah di areal permukiman.
Awalnya warga tidak mengetahui penyebab banjir tanah merah saat turun hujan lebat. Sudah berkali-kali permukiman diterjang banjir, namun baru kali ini bercampur tanah merah. Lantai rumah dipenuhi tanah merah lantaran banjir sempat menggenang hampir setinggi lutut orang dewasa.
Merasa penasaran dengan kondisi seperti itu, beberapa orang menelusuri sumber banjir tanah merah itu. Ternyata di sebelah hulu permukiman sedang dilakukan proyek pembangunan kluster. Saluran pembuangan dari proses gali uruk semuanya mengarah ke permukiman di RT 08/13 Kelurahan Ciseureuh.
"Kami baru tahu banjir tanah merah bersumber dari pembangunan klaster yang berada di kelurahan tetangga (Kelurahan Munjuljaya). Permukiman kami di bawah, jadi air dari hilir (lokasi klaster) semuanya tumpah ke wilayah kami," kata Ketua RT 08 Ande Subarli, Minggu (24/1/2021).
Warga lain menimpali, lahan yang digunakan klaster berlokasi di RW 7 yang sebelumnya merupakan hutan bambu. Warga di RW 13 Kelurahan Ciseureuh sangat berkepentingan dengan hutan bambu lantaran sebagai resapan air. Ketika hutan bambu dialihfungsikan menjadi perumahan, maka tidak ada lagi serapan air.