Banjir Subang, Kondisi Pengungsi di Kolong Jembatan Semakin Memprihatinkan

Yudy Heryawan Juanda
Kondisi para pengungsi yang berada di bawah kolong jembatan semakin memprihatinkan. Mereka mengaku kurang terperhatikan. (Foto: iNews Tv/ Yudy Heryawan Juanda)

SUBANG, iNews.id-Kondisi pengungsi korban banjir di bawah Fly over (kolong jembatan) di Kabupaten Subang, semakin memprihatinkan. Mereka memilih mengungsi di kolong jembatan dengan alasan tidak terlalu jauh dari rumah yang terendam di daerah Pamanukan.

Tinggal di kolong jembatan tentu saja sangat riskan untuk kesehatan, terutama bagi anak-anak balita yang ikut mengungsi. Anak-anak harus tidur beralaskan karpet atau baliho bekas tanpa dinding. Angin malam pun menjadi hal biasa, meski sangat berbahaya bagi kesehatan anak-anak.   

Bantuan selimut pun hanya diterima oleh sebagian pengungsi. Pengungsi lainnya harus puas berselimut sarung yang dibawa dari rumah.  

Selain itu, masalah makanan menjadi persoalan krusial bagi para pengungsi yang sudah tiga hari tinggal di bawah Fly over. Tak heran aksi berebut makanan menjadi pemandangan begitu diransom para relawan.    

"Tinggal di bawah kolong jembatan jadi pilihan rasional. Karena tidak terlalu jauh dari rumah. Risikonya ya gini kurang terperhatikan, dari mulai makanan selimut atau pemeriksaan kesehatan," kata salah seorang pengungsi, Ujang Muhyi, Rabu (10/2/2021). 

Mereka pun tidak tahu sampai kapan harus tinggal di bawah kolong jembatan. Sebab melihat cuaca hujan kemungkinan akan ters turun. Banjir yang menerjang permukiman mereka di Pamanukan tidak mungkin akan surut cepat.

Sementara itu, banjir yang merendam puluhan ribu rumah di Kabupaten Subang terpantau mula surut. Hanya di beberapa titik yang masih menggenang dengan ketinggian air cukup tinggi. Di antaranya Pamanukan, Blanakan, Ciasem, Sukasari dan Legonkulon.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

8 Kecamatan di Subang Masih Terendam Banjir, Dapur Umum Mulai Didirikan

57 tahun lalu

Bantuan Tak Merata, Korban Banjir Demo di Kantor Bupati Langkat

57 tahun lalu

Pilu! Bocah Hilang Korban Banjir Demak Ditemukan Tewas

57 tahun lalu

Marak di Musim Mudik, Penyapu Koin di Jalur Pantura Indramayu–Subang Ditertibkan Polisi

57 tahun lalu

Sungai Kalensema Meluap, Ratusan Rumah di Pamanukan Subang Terendam Banjir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal