Banjir yang merendam sejumlah kawasan permukiman membuat aktivitas warga terganggu. Sebagian warga memilih mengungsi ke shelter desa demi keselamatan.
Sementara itu, banjir bandang juga melanda wilayah Gorontalo pada Selasa (26/5/2026). Banjir ini dipicu hujan lebat berkepanjangan yang menyebabkan Sungai Didingga meluap.
Ketinggian muka air saat banjir bandang terjadi dilaporkan mencapai 40 hingga 200 sentimeter.
"Banjir bandang itu menerjang lima desa di Kecamatan Biau, yakni Desa Biau, Bualo, Omuto, Didingga dan Luhuto. Warga sebanyak 529 KK dan akses jalan desa terdampak," katanya.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Gorontalo Utara diturunkan untuk melakukan asesmen di lapangan. Petugas juga membantu warga menyelamatkan barang-barang berharga ke lokasi yang lebih aman.
BNPB memastikan hingga kini tidak ada laporan warga yang mengungsi akibat banjir bandang di Gorontalo. Meski kondisi air mulai surut seiring menurunnya intensitas hujan, petugas tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.
"Tidak ada laporan korban yang mengungsi dari kejadian ini. Adapun kondisi terkini, air mulai surut seiring curah hujan yang mulai menurun, namun petugas tetap disiagakan untuk antisipasi banjir susulan," ucapnya.