Dia menyebutkan, Pemprov Jabar bersama Bupati Karawang telah sepakat untuk mendorong relokasi warga terdampak. Meski demikian, pendekatan persuasif kepada masyarakat masih perlu dilakukan agar kebijakan tersebut dapat diterima.
Sementara itu, banjir Karawang yang telah berlangsung hampir sepekan ini merendam ribuan rumah di Kecamatan Telukjambe Barat dan Telukjambe Timur. Debit air meningkat akibat hujan lokal dan kiriman dari wilayah hulu.
Di sejumlah permukiman padat penduduk, ketinggian air bervariasi antara satu meter hingga hampir dua meter. Bahkan, di beberapa titik, banjir merendam rumah warga hingga menyentuh atap bangunan.
Tidak hanya permukiman, akses jalan utama yang sebelumnya sempat bisa dilalui kendaraan kini kembali terputus. Genangan air setinggi 50 hingga 70 sentimeter membuat aktivitas ekonomi warga lumpuh total.
Kondisi tersebut juga menyulitkan tim relawan dalam menyalurkan bantuan logistik dan makanan siap saji ke posko-posko pengungsian yang berada di wilayah pedalaman desa.
Menyikapi kondisi darurat banjir Karawang, petugas gabungan dari BPBD Karawang, Tim SAR, dan kepolisian terus bersiaga penuh. Sejumlah perahu karet disiagakan di titik-titik rawan untuk mempercepat proses evakuasi jika muka air terus meningkat.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban, Polda Jawa Barat bersama Polres Karawang juga membuka dapur umum di Kecamatan Telukjambe Barat. Pemerintah berharap relokasi dapat menjadi solusi permanen agar warga tidak lagi menjadi korban banjir Karawang di masa mendatang.