Selain disebabkan hujan deras sejak Sabtu (22/2/2020) hingga Minggu (23/2/2020) pagi, banjir diperparah dengan tidak berfungsinya saluran air. “Saluran airnya banyak yang tersumbat jadi aliran air tidak lancar,” katanya.
Warga Bekasi lainnya, Dede mengaku harus mendorong motornya lantaran mati mesin saat menerjang banjir. “Banyak motor yang mogok juga,” ucapnya.
Di Kavling Buaran, banjir menggenangi ratusan rumah warga hingga 70 cm. Tingginya air yang semakin bertambah membuat sejumlah warga terpaksa mengungsi, bahkan ada yang harus mengungsi di kandang kambing. “Ini banjir yang ketujuh kalinya sejak awal 2020,” ucap warga Buaran, Haris.
Dia menuturkan, air mulai menggenangi rumah warga sejak Sabtu malam dan hingga Minggu siang ketinggian air terus naik.
Dia berharap Pemerintah Kota Bekasi segera memperbesar saluran air yang berada di Kali Buaran untuk mengatasi banjir yang rutin terjadi tiap musim hujan.