Dengan alat sederhana, pisau raut, gergaji, dan lem, Taryana merangkai satu persatu bagian bambu menjadi cashing HP dan tempat rokok berbentuk golok. Setelah semua bagian terangkai, Taryana menghaluskan setiap bagian dengan amplas.
Sentuhan terakhir, Taryana memulas produknya dengan pernis agar lebih terlihat cantik. "Alhamdulillah, hasilnya bisa buat menafkahi keluarga. Sekarang sudah ada 30 pesanan dengan jangka waktu pengerjaan dua bulan," kata Taryana.
Ayah dari tiga anak ini menekuni usaha kerajinan itu sejak dua bulan terakhir. Dia pun berinovasi membuat produk kerajinan dengan memanfaatkan limbah bambu yang sudah tidak terpakai. "Bahan baku bambu tidak menebang, tapi memanfaatkan sisa atau limbah saja," ujarnya.
Selain cashing HP dan tempat rokok yang dilengkapi dengan korek apinya, Taryana juga bisa membuat pipa rokok dari bambu. Dalam sehari mampu memproduksi antara tiga hingga lima produk.
Taryana mengaku ide membuat cashing HP dan tempat rokok dari bambu berawal saat menonton video dari YouTube. Kemudian dia mengaplikasikannya dan berhasil membuat produk serupa.