"Jadi mungkin merasa bangga jadi pejabat sebagai perempuan. Yang namanya eselon 2, laki-laki kan sudah umum di mana-mana, tapi bagi perempuan, khusus (spesial)," ujarnya.
Melihat kinerja kaum perempuan yang menurutnya bagus, Karna berharap posisi itu tidak berhenti pada mereka saja. Ke depan, diharapkan akan ada kaum perempuan yang juga memiliki kualitas bisa duduk di kursi pimpinan.
"Yang saya pikirkan mereka pada 2024 pensiun semuanya yang emoat itu. Makanya saya sedang siapkan kader. Saya sedang persiapkan pejabat-pejabat perempuan yang eselon 3A sekarang. Saya tidak ingin mereka tidak tergantikan oleh perempuan lagi," tutur Karna.
"Kami sedang petakan dulu seperti di camat, di kabag kan. Karena kan harus dari eselon 3A, untuk eselon 2B itu. Sedang kami kader," kata Karna.
Bupati Majalengka mengemukakan, dilihat dari sifat, kaum ibu lebih tepat untuk menduduki posisi sebagai kepala di dinas-dinas yang berkaitan dengan pelayanan.
"Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) ya, kemudian yang menyangkut pelayanan itu, Disdukcapil . Ya sebetulnya bisa di mana saja sih, tapi karakteristiknya, pelayanan. Nanti (Kepala) Dinas Perizinan juga bisa perempuaan. Orang itu segan kalau sama perempuan," ujar Bupati.