Ati mengaku tidak menyangka balon yang dikiranya jenis biasa yang dijual di warung-warung itu mengandung gas dan bisa meledak. “Kayak balon biasa yang dijual di warung. Makanya saya pegang. Nggak tahunya meledak,” kata Ati.
Sementara itu, pihak SMA Karang Harum Bandung bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Pihak sekolah tidak menyangka ratusan balon gas yang diterbangkan dari sekolahnya berjarak ratusan kilometer saat pembukaan masa orientasi sekolah menjadi bencana bagi warga di Cianjur.
“Ini memang kejadian yang di luar sepengatahuan kami, bahwa itu memang mutlak bukan kami rencanakan. Kita juga sudah melakukan mediasi melalui kapolsek dan lembaga yang ada di sini supaya masalah ini selesai dan alhamdulillah korban juga datang ke sini. Jadi, sudah klir semuanya selesai tidak perlu dipermasalahkan,” kata Wakil Kepala SMA Karang Harum Bandung, Irfan.
Menurut Irfan, pihak sekolah menanggung semua biaya pengobatan bagi delapan korban ledakan balon gas tersebut. “Kami sudah memberikan santunan, nominalnya lumayan lah buat pengobatan. Mudah-mudahan korban bisa secepatnya disembuhkan,” katanya.