Melihat kondisi tersebut, Anang Hermawan dan Galih Saputra berusaha memadamkan api menggunakan air mineral. Tetapi bukannya padam, api justru semakin besar dan menjalar ke bagian mesin. Anang dan Galih langsung keluar dari mobil untuk menyelamatkan diri.
“Saat kami sudah berada di luar mobil, api semakin membesar mengakibatkan mobil berjalan sendiri sekitar 100 meter, dan baru berhenti setelah menabrak tembok penahan tebing,” ujar Anang Hermawan.
Anang Hermawan menuturkan, anggota Polsek Cikijing dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuningan yang tengah melintas di lokasi kejadian, langsung memberikan pertolongan. Mereka mecoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (Apar) dari mobil dinas Polsek Cikijing.
“Saat mencoba dipadamkan dengan Apar tak berhasil. Api justru semakin besar. Anggota Dishub Kuningan menghubungi pihak Damkar Kuningan,” kata Anang Apandi, petugas Dishub Kuningan.
Sementara itu, Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan Mh Khadafi Mufti mengatakan, menerjunkan 5 anggota dari regu 3 piket dengan 1 Randis Damkar ke lokasi kejadian untuk memadamkan api yang melumat minibus Avanza.
“Mulai sekitar pukul 19.40 WIB kami dibantu anggota Polsek, Koramil, anggota Satpol PP BKO Kecamatan Cikijing, juga warga sekitar lokasi berupaya meredam amukan api. Setelah berjuang selama 1 jam 15 menit, api baru dapat dipadamkan sekitar pukul pukul 21.00 WIB," kata Khadafi.