Presiden Klub Sepak Bola Fenerbahce Aziz Yildirim lebih dulu divonis bersalah terkait pengaturan skor yang terjadi pada 2011. Dia dijatuhi hukuman 6 tahun penjara setelah didakwa mengatur skor dan membentuk organisasi ilegal. Saat ini dia sudah menjalani 1 tahun hukuman.
Dalam persidangan, Yildirim membantah tuduhan tersebut dan mengatakan kasus itu direkayasa untuk melemahkan klub asal Kota Istanbul yang telah memenangkan kompetisi dalam negeri 19 kali. Selain itu klub juga dilarang bermain di kompetisi Eropa selama dua musim.
Kasus ini dibuka kembali setelah jaksa menemukan bukti keterlibatan beberapa pihak yang berkonspirasi. Hasilnya Karaca dan Ardic duduk di kursi pesakitan.
Mengomentari vonis ini, kepala Fenerbahce Ali Koc mengatakan keputusan pengadilan membuktikan klub telah menjadi korban melawan kelompok Fethullah Gulen, sosok yang diburu pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan atas tuduhan otak kudeta pdaa 2016.
Koc bersumpah akan menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan kompensasi atas kerugian material dan moral.