Asal Usul Peuyeum Bandung, dari Kecamatan Ini Produksinya Bermula

Asep Supiandi
Peuyeum Bandung. (Foto: Istimewa) 

BANDUNG, iNews.id - Asal usulpeuyeum Bandung mungkin banyak orang yang belum tahu, dari mana dan seperti apa pengolahan makanan khas Kota Kembang itu. Peuyeum Bandung memiliki kekhasan dan cita rasa berbeda dengan daerah lain di Jawa Barat.

Peuyeum Bandung terkenal memiliki cita rasa manis dan sedikit rasa asam. Dengan cita rasa itu, banyak wisatawan luar daerah yang menyukainya dan sering menjadi oleh-oleh untuk dibawa pulang. Selain itu, tak afdol rasanya jika berkunjung ke Bandung tanpa membawa oleh-oleh peuyeum.

Di Kota Bandung, para wisatawan bisa dengan mudah menjumpai peuyeum karena banyak yang menjajakannya, seperti di daerah Jalan Cihampelas dan beberapa tempat lainnya.

Namun, alangkah lebih baik jika mengetahui asal usul dan proses pembuatannya, tak hanya sekadar menikmati cita rasanya semata. Berikut ulasan lengkap mengenai asal muasal peuyeum Bandung dirangkum iNews.id dari berbagai sumber.

Asal Usul Peuyeum Bandung

1. Arti Peuyeum Bandung

Sebagaimana dikutip kebudayaan.kemdikbud.go.id, nama kuliner ini terdiri dua kosa kata, yaitu “peuyeum” atau dalam bahasa Indonesia artinya tapai singkong dan “Bandung” merupakan nama kota tempat produksinya, yaitu Kabupaten Bandung.

Jadi peuyeum Bandung merupakan makanan dengan bahan dasar singkong. Maka tak heran jika sentra peuyeum Bandung merupakan wilayah dengan produksi singkong berlimpah

2. Asal usul Peuyeum Bandung

Asal usul peuyeum Bandung yaitu dari Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Singkong sebagai dasar pembuatan peuyeum memang sejak zaman penjajahan sudah dikenal oleh masyarakat Bandung sebagai pengganti nasi yang kala itu sangat sulit diperoleh. 

Produksi singkong yang berlimpah terkadang membuat sebagian yang belum dikonsumsi atau diolah menjadi busuk. Untuk mencegah agar jangan sampai busuk salah satunya  melalui upaya pengolahan dan pengawetan. 

Di Cimenyan, pengolahan singkong dilakukan melalui proses fermentasi menggunakan bahan ragi. Dari hasil olahan tersebut kemudian menghasilkan kuliner yang dikenal dengan nama peuyeum. 

3. Sejak Zaman Belanda

Rupanya proses pengawetan tersebut telah berlangsung cukup lama, yaitu sudah sejak tahun 1800-an. Kualitas singkong yang diproses sedemikian rupa membuat peuyeum Cimenyan dikenal dengan kelezatannya tidak saja oleh warga sekitar tetapi juga sudah sudah meluas hingga ke Kota Bandung dan beberapa kota di Provinsi Jawa Barat.

Begitu pula animo pembeli yang cukup tinggi membuat industri peuyeum semakin berkembang. Hingga tahun 1950-an, jumlah perajin peuyeum di Kecamatan Cimenyan mencapai 200 orang. Namun, ketenaran tersebut sedikit demi sedikit mengalami penurunan. Hingga tahun 2013, jumlah produsen peuyeum tinggal 14 orang saja.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kenapa Orang Sunda Suka Lalapan, Ada Alasan Hidup Menyatu dengan Alam

57 tahun lalu

Kebakaran Hanguskan 20 Kios Oleh-Oleh Priangan di Purwakarta, Kerugian Capai Ratusan Juta

57 tahun lalu

Tradisi Rebo Wekasan Berasal dari Daerah Mana? Ini Asal Usul dan Pencetusnya

57 tahun lalu

Asal Usul Raden Fatah, Penguasa Kerajaan Islam Pertama di Jawa

57 tahun lalu

10 Oleh-oleh Khas Kalimantan Timur yang Kerap Dicari Wisatawan 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal