Nenek pun meminta bantuan nelayan lain untuk mencari suaminya. Kecemasan Nenek tidak bisa hilang hingga matahari terbenam. Tetangga yang dimintai tolong mencari, tak kunjung menemukan sang kakek karena cuaca yang tidak mendukung.
Kemudian nenek pergi ke pantai lalu memohon kepada Tuhan agar dipertemukan kembali dengan kakek. Tak disangka, tiba-tiba, dari balik laut muncul karang yang serupa dengan wujud kakek.
Suara batu karang itu melaporkan bahwa sang kakek meninggal dan nenek pun sedih. Dia pun menerima takdirnya dan dia meminta untuk mengubahnya sebagai batu karang agar bisa menemani suaminya. Dalam tangisnya, nenek kemudian memohon lagi agar bisa terus bersama dengan kakek.
Wujud nenek pun seketika berubah menjadi batuan karang tepat di hadapan karang yang serupa dengan wujud kakek.
Wujud karang serupa kakek dan nenek bisa ditemukan di Pantai Karang Nini, walau bentuknya kini sudah tidak seutuh sebelumnya. Masyarakat Ciamis biasa menyebut karang yang dianggap serupa dengan wujud kakek dengan sebutan “Bale Kambang”. Karang tersebut terlihat seperti mengambang dan akan bergoyang jika dinaiki.