Di sisi lain, Dedeh menambahkan tenda darurat telah didirikan di Desa Pabean Ilir yang merupakan daerah terdampak paling parah, khususnya di RT 11.
"Kebetulan dari tiga lokasi yang terdampak, di RT 11 Desa Pabean Ilir yang cukup parah," ucapnya.
Sementara, Durohim (61) seorang warga Desa Pabean Ilir yang rumahnya ambruk akibat puting beliung menceritakan detik-detik mencekam saat bencana melanda.
"Kejadian puting beliung bermula setelah salat tarawih. Awalnya, terdengar suara petir sebanyak tiga kali, diikuti suara angin yang mirip suara kereta. Saat itu, angin masih bertiup pelan dan listrik padam, namun hujan belum turun deras. Setelah itu, hujan mulai mengguyur dengan deras, dan angin kencang datang secara tiba-tiba, menyapu semuanya," ujarnya.
Saat kejadian, rumah Durohim sedang kosong karena seluruh anggota keluarga berada di luar.
"Jadi, Alhamdulillah tidak ada korban, namun rumah saya benar-benar hancur," katanya.