Selain itu, ujar Hendra Gunawan, pada morfologi perbukitan bergelombang dan terjal yang tersusun batuan yang telah mengalami pelapukan, berpotensi terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.
"Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh sesar aktif yaitu sesar Baribis pada segmen Ciremai," ujar Hendra Gunawan.
Kepala PVMBG menuturkan, berdasarkan informasi BMKG, gempa bumi itu mengakibatkan satu rumah penduduk rusak di Cijemit, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan.
Guncangan gempa bumi dirasakan di Kuningan pada skala III MMI (Modified Mercalli Intensity), di Cirebon dan Majalengka dirasakan pada skala II-III MMI.
Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah.
"Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat," tutur Kepala PVMBG.