Alumni ITB Minta Banjir Jakarta Tak Dipolitisasi, Perlu Infiltrasi dan Daya Tampung 

Arif Budianto
Banjir Jakarta. (Foto: Dok)


Heri yang juga saat ini sebagai Kepala Laboratorium Geodesi ITB berharap politisasi banjir di Jakarta berhenti setelah lengsernya Anies. Harapan ini demi terwujudnya upaya penanganan banjir yang lebih maksimal lagi. Jika terus menerus banjir dipolitisasi maka dipastikan banjir akan selalu menghiasi Kota Jakarta.  

"Dengan kondisi saat ini di mana Jakarta yang merupakan hutan beton dan di hulunya sudah menjadi kebun villa, maka upaya jangka pendek untuk mengatasi banjir mau tidak mau, suka tidak suka harus berfokus kepada optimalisasi daya tampung air seperti normalisasi sungai, waduk dan lain-lain," tutur Heri. 

Langkah ini pun, kata dia, menjadi pilihan Kota-Kota di dunia dalam mengatasi banjir. Untuk jangka panjang, secara perlahan baru terus upayakan restorasi daerah aliran sungai. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mahasiswi IPB Tewas Terseret Banjir, Rektor Arif Satria Sesuaikan Pembelajaran saat Cuaca Ekstrem

57 tahun lalu

Akses Jalan di Sumbar Sudah Terbuka, Daerah Terdampak Banjir Kini Bisa Dijangkau

57 tahun lalu

Gubernur Aceh Mualem Blak-blakan Kecewa dengan BNPB, Ada Apa?

57 tahun lalu

Penanganan Banjir Dinar Indah Semarang, Pengerjaan Tanggul dan Bronjong Dikebut

57 tahun lalu

Atasi Masalah Sampah, Pemkot Jogja Dorong Industri Pariwisata Ikut Terlibat Olah Limbah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal