Amen, pengurus Masjid Al Imtizaj mengatakan, masjid dua lantai ini berdiri di atas lahan bekas pusat perbelanjaan ternama. Lantai pertama untuk jemaah laki-laki dan kedua untuk perempuan.
Selain karena arsitektur yang unik dan menarik, ujar Amen, masjid yang mulai dibangun 2008 dan selesai pada 2010 ini, juga sarat akan nilai dan makna, terutama toleransi antarumat beragama. Masjid Al Imtizaj dibangun oleh H Mulyana ini semula diperuntukkan bagi mualaf.
"Masjid ini jadi tempat para mualaf mengikrarkan dua kalimat syahadat yang menjadi syarat utama memeluk agama Islam. Juga menjadi pusat pembelajaran para mualaf mendalami ajaran Islam," kata Amen.
Amen menyatakan, selama bulan suci Ramadhan, aktivitas keagamaan di Masjid Al Imtizaj ini semakin ramai, mulai dari tadarus, salat Tarawih berjamaah, hingga buka puasa bersama.
Kapasitas Masjid Al Imtizaj mampu menampung lebih dari 200 jemaah. "Namun dewan kemakmuran masjid (DKM) masih melakukan pembatasan jumlah jemaah mengingat status Kota Bandung yang masih menerapkan PPKM Level 2," ujar Amen.