Namun, sejumlah warga mengaku tidak terpengaruh isu kuman tersebut. Beberapa orang terlihat memborong terompet yang dijajakan di pinggir jalan.
Dedi (31), warga Kelurahan Pamoyanan, Cianjur, mengatakan tidak tahu peredaran isu terompet berbahaya dan ditemukan beberapa penyakit menular.
"Waspada perlu, tapi saya menilai terompet yang dijajakan pada malam tahun baru di Cianjur itu, buatan tangan dan selama ini, saya tidak pernah mendengar ada korban yang terjangkit penyakit berbahaya setelah meniup terompet. Jadi pintar kita menyikapi isu atau berita hoaks," katanya.