SUKABUMI, iNews.id - Sebanyak 66 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di kawasan Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) pemanfaatan bambu. Diklat yang digelar oleh Dekranasda dan PPSDM Geominerba itu berlangsung selama lima hari, 9-13 November 2021.
Peserta Diklat pengembangan UMKM di kawasan UNESCO Global Geopark (UGGp) Ciletuh dengan tema “Dekranas Goes to Geopark” itu merupakan anggota Asosiasi Dunia Bambu Sukabumi (DBS) maupun non-anggota DBS dari 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi dan 7 Kecamatan dari Kota Sukabumi.
Diklat yang terselenggara berkat sinergi Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Geologi Mineral dan Batubara (Geominerba) ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan cara mengolah material bambu menjadi produk suvenir untuk wisatawan domestik dan mancanegara. Selain itu, untuk menyiapkan tenaga kerja lokal dan membangun jiwa kewirausahaan.
Material bambu tersebut diolah menjadi beberapa produk suvenir. Seperti, unique bag/hand bag, bamboo basket dan rak (tempat accessories dan make up), perlengkapan hotel, tas caving, dan lain-lain.
Para peserta diajarkan beberapa desain baru dalam mengolah material bambu yang dikombinasikan dengan material lain, seperti kain suede, rotan, dan lain-lain. Pada hari terakhir, Sabtu 13 November 2021, peserta diajarkan juga packaging produk dan pemotretan. Di akhir acara, para peserta memamerkan hasil karyanya di depan para narasumber dan tamu undangan lainnya pada stan bazar.