JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap lima fakta terbaru mengenai gempa merusak dengan kekuatan M4,8 di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Gempa bumi ini terjadi pada malam pergantian tahun baru, Minggu (31/12/2023).
1. Gempa Sumedang jenis gempa ‘kerak dangkal’ (shallow crustal earthquake).
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempa Sumedang ini dipicu aktivitas sesar aktif yang seluruh pelepasan energinya terkonsentrasi pada wilayah lokal.
“Meskipun magnitudonya relatif kecil 4,8, Gempa Sumedang dapat merusak lebih dari 149 bangunan rumah,” ujar Daryono, Jumat (12/1/2024).
Selain kedalaman gempanya yang dangkal, episenter gempa kerak dangkal yang terletak di zona tanah lunak dan tebal akan memicu resonansi yang berujung amplifikasi atau penguatan gelombang gempa sehingga gempa kerak dangkal dikenal sangat merusak dan mematikan.