“Pasukan yang cerdas adalah paham kekurangan satuan dan bisa menguasai medan. Petakan daerah, pilah pilih, dan Siabidibame (siapa, apa, bila (kapan), di mana, bagaimana, dan mengapa),” ujar Brigjen TNI Darmono Susastro.
Kepada prajurit yang berangkat tugas, tutur Kasdam Siliwangi, Pangdam berharap tidak usah khawatir dengan keluarga karena sudah ada yang mengurus di home base. Sehingga, prajurit diharapkan dapat berkonsentrasi dalam tugas. Tak kalah penting, jalin kerja sama dengan satuan lain, saling hormat-menghormati dengan masyarakat.
Sementara bagi para pemimpin dari tingkat komandan regu, sampai danyon jangan ada perbedaan, semua harus aktif. Personel Yonif Raider 301 PKS adalah prajurit Siliwangi yang dikenal sebagai petarung hebat. Tidak pernah dalam sejarah, prajurit Siliwangi gagal dalam tugas.
"Ingat berangkat 450 orang, kembali 450 orang. Selamat jalan, selamat bertugas dengan hasil gemilang kepada Satgas Satuan Organik Yonif Raider 301 PKS di wilayah Papua,” tutur Brigjen TNI Darmono Susastro.
“Tugas ini mulia. Siapkan mental dan fisik kalian sehingga dalam pelaksanaan tugas nanti tidak mengecewakan. Kenali siapa musuhmu, lawanmu, dan dirimu sendiri. Ketika kamu sudah mengenal diri sendiri dan lawan, maka akan memenangkan pertempuran," ucap Kasdam.
Dalam pelaksanaan tugas, ujar Brigjen TNI Darmono Susastro, implementasikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI. Jangan menyakiti hati rakyat, menipu diri, dan mencari sesuatu dengan mengorbankan semua. "Ingat, tugas di sana nanti membantu kodim dan koramil sebagai aparat teritorial. Baik-baik dengan rakyat," ujarnya.