Social and Evangelical Association for Love, Pastor K M Philip mengatakan, Sajjad Thangal berencana pulang dengan rombongan dari Abu Dhabi pada 12 Oktober 1976. Namun pada menit-menit terakhir dibatalkan karena masih ada urusan dengan panitia penyelenggara.
Kecelakaan itu membuat syok Sajjad Thangal. Dia kehilangan banyak teman dekat dan rekan bisnis. Sejak itu dia mengalami tekanan mental parah. Bukan hanya itu, uangnya habis untuk membiayai perawatan.
“Saat itu asuransi tidak populer dan saya kehilangan banyak uang. Saya juga takut polisi akan memburu saya. Hampir semua orang mengira saya termasuk di antara yang tewas dalam kecelakaan itu. Saya mulai tinggal di Mumbai dengan bekerja sambilan," kata Sajjad Thangal dikutip dari Hindustan Times, Rabu (4/8/2021).
Sajjad kemudian dipindahkan ke rumah penampungan yang dikelola LSM untuk menjalani perawatan trauma. Beberapa tahun kemudian, LSM yang dikelola Philip mulai menelusuri keluarga Sajjad Thangal sehingga diketahui ibunya, Fathima Beevi, masih hidup.
Philip berbicara dengan Beevi melalui telepon untuk mengabarkan bahwa Sajjad Thangal sebenarnya masih hidup. Singkat cerita Sajjad Thangal dipertemukan kembali dengan keluarganya di Sathamkotta pada Sabtu (31/7/2021).
Keluarga sebenarnya juga mencari tahu kondisi Sajjad Thangal pascakecelakaan tersebut. Mereka mengonfirmasi ke berbagai pihak mengenai data manifes penumpang dan dan tidak menemukan nama Thangal dalam daftar.
Namun karena kurangnya informasi seputar kecelakaan itu, mereka akhirnya pasrah dan menganggap menduga Thangal meninggal. “Ini merupakan mimpi yang menjadi kenyataan. Saya tidak pernah mengira bisa bertemu kerabat, terutama ibu saya," kata Sajjad Thangal.