"Kerja sama ini melingkupi pengembangan, perencanaan, dan perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang direncanakan akan menghasilkan total kapasitas sampai dengan 200 MW dan berlokasi di wilayah yang berada dalam pengelolaan Jasa Tirta II," ucap Imam, Senin (26/7/2021).
Dia mengaku menjadi inisiasi kerja sama strategis terkait dengan penyusunan prastudi kelayakan dan studi kelayakan rencana kerja sama meliputi bidang hukum/ atau kelembagaan, teknis dan finansial untuk pengembangan SPAM dan EBT.
“Kami berharap kerja sama ini menciptakan peluang strategis untuk perkembangan usaha berbagai pihak dengan melihat sumber daya yang ada. Terutama untuk pengembangan PLTS atau PLTB,” ujar Imam.
Diharapkannya, kerja sama ini dapat mendukung agenda transformasi Jasa Tirta II dalam hal optimalisasi aset dengan melihat peluang nilai (value creation) dan nilai tambah (value added) pada sumber daya yang ada, serta pengembangan bisnis perusahaan.