Atalia pun mengaku kagum dengan program Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW) yang mampu melahirkan startup baru potensial seperti Muhamad Azka Farhan dari SMKN 9 Bandung.
"Dia berhasil mencapai omzet Rp1 miliar dari jualan sari lemon. Ini sangat luar biasa,” pujinya.
Direktur BUMD, BLUD, BMD Ditjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Budi Santosa mengatakan, Provinsi Jabar menjadi percontohan bagi provinsi lainnya dalam hal kesigapan dan banyaknya SMK yang sudah berstatus BLUD. "Provinsi Jawa Barat dapat menjadi contoh bagi provinsi yang lain," kata Budi.
Atalia mengparesiasi sekaligus mengingatkan kepada para kepala SMK BLUD untuk berhati-hati dalam pengelolaan keuangan sekolah, agar terhindar dari permasalahan hukum di kemudian hari.
Sementara itu, Mendikbudristek Nadiem Makarim melalui Dirjen Vokasi Pendidikan Kemendikbudristek Wikan Sakarinto mengapresiasi Pemprov Jabar yang telah antusias dalam penerapan SMK BLUD.
Wikan Sakarinto mengatakan, setiap provinsi di Indonesia memiliki keinginan yang kuat untuk menjadikan SMK menjadi BLUD. Dia memprediksi, hingga akhir 2022, jumlah SMK BLUD di Indonesia bisa mencapai 300 hingga 400 SMK.
"Ini terlihat dari willingness (kesediaan) dan eagerness (keinginan) dari setiap provinsi, seperti Jatim, Sumsel dan Sulsel. Dan Jabar yang paling banyak mengajukan SMK menjadi BLUD," kata Wikan. AGUNG BAKTI SARASA