Rumah warga lainnya, Aceng, juga hancur akibat tertimpa bongkahan batu itu. Bagian depan rumah hancur dan dinding temboknya rata dengan tanah. Sama seperti rumah Neneng, barang-barang yang ada di dalam rumah juga hancur.
Aceng dan keluarganya selamat dalam kejadian itu. Saat batu-batu besar jatuh, istri, anak dan menantunya sedang berada di rumah, tapi mereka berhasil menyelamatkan diri dengan berlari keluar dari rumah.
“Di rumah ada tiga orang waktu batu itu menimpa rumah kami. Tapi semuanya selamat,” kata Aceng.
Kepala Desa Sukamulya Dedy Supriadi mengatakan, batu-batu besar dengan ukuran tinggi 6 meter dan lebar 5 meter itu jatuh dari Gunung Miun diduga akibat getaran saat peledakan batu di areal pertambangan batu di atas gunung. Batu-batu besar itu menggelinding dari atas gunung ke arah perkampungan dan menimpa tiga rumah warga.
“Kami sudah mencoba negosiasi ke pihak perusahaan agar bertanggung jawab atas kerusakan rumah warga,” kata Dedy Supriadi.
Selain menimpa tiga rumah warga, batu-batu besar yang jatuh dari gunung ini merusak beberapa titik jalan kampung sehingga jalan ini lumpuh tidak bisa dilintasi kendaraan roda dua milik warga. Sejumlah pohon juga tumbang akibat dihantam batu.
Hingga kini belum ada keterangan dari pihak perusahaaan tambang batu yang diduga penyebab batu-batuan itu menimpa rumah warga. Kasus ini juga sudah ditangani Polsek Plered dan Satreskrim Polres Purwakarta. Rumah-rumah dan lokasi yang tertimpa batu dipasangi garis polisi.