Kisah ini bertambah sedih karena Farel hingga kini belum percaya bahwa kedua orang tuanya meninggal dunia pada bencana tersebut. Bahkan sering memanggil ibunya karena ingin dipeluk dan pulang ke rumahnya.
"Farel sering manggil ibunya karena sangat dekat dengan almarhum dan tidak percaya rumahnya sudah rata dengan tanah," ucap Suhen.
Kedua bocah ini rencananya diangkat anak oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil, agar masa depan keduanya terjamin. Namun, pihak keluarga masih berembuk rencana adopsi itu.
Hengki mengaku bersedia menjadi anak angkat Kang Emil, namun dia masih tidak percaya harus menjadi yatim piatu diusianya yang masih belia.
"Saya ingin bermain dan sekolah lagi. Tadi juga dapet boneka dari Bupati Sukabumi Marwan Hamami dan sempat bermain dengan polwan," ucapnya.
Diketahui, longsor di Kabupaten Sukabumi kali ini terjadi di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, menyebabkan sedikitnya 31 orang korban jiwa. Sementara, masih ada 2 korban yang hilang diduga tertimbun material longsor.
Dari 100 orang terdampak longsor, 64 orang di antaranya selamat. Lalu, tiga orang mengalami luka dirawat di RS Pelabuhan Ratu, dua orang sudah diperbolehkan pulang, namun seorang lagi masih dalam perawatan intensif.