"Turut berduka cita, ini yang kita tidak terprediksi dan juga tidak mungkin karena tiket hanya bikin 15.000 dan kita pun sudah menyiapkan layar lebar ada 4 di luar," tutur Umuh Muchtar.
Menurut dia, insiden tersebut tak lepas dari tingginya animo bobotoh untuk menonton laga Persib vs Persebaya di dalam Stadion GBLA. Sehingga, banyak penonton yang memaksa masuk ke dalam stadion.
"Semua bobotoh merangsek, tetap mau ke dalam dan Ahmad Solihin pun bawa tiket, ini yang namanya bobotoh sejati, bobotoh setia," ucap Umuh.
Umuh pun menyesalkan insiden tersebut. Terlebih, selain sebagai bobotoh sejati, korban juga dikenal sebagai pemuda yang aktif berkegiatan di Karang Taruna, termasuk di kelurahan tempat tinggalnya.
"Kata Pak Camat pun bilang almarhum Ahmad Solihin juga aktif di Karang Taruna, sangat aktif di kelurahan. Ya memang namanya umur sudah takdir, tidak bisa dipungkiri. Keluarganya pun juga menerima dengan keikhlasan. Kebetulan ibu bapaknya sudah meninggal, barusan dimakamkan di pemakaman keluarga," tutur Umuh.