Di tempat sama, Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan, setiap tahun, masyarakat Aceh melakukan tradisi tafakur menundukkan kepala untuk mendoakan para syuhada yang gugur pada musibah gempa dan tsunami.
"Tak terasa sudah 17 tahun kita memperingati musibah gempa dahsyat dan tsunami. Marilah kita doakan mereka yang syahid semoga Allah menempatkan para syuhada tersebut di sisi-Nya," kata Gubernur Aceh.
Menurut Nova Iriansyah, peristiwa yang tak disangka itu membuka mata banyak pihak agar makin gencar mengedukasi masyarakat untuk selalu siaga pada bencana dapat terjadi kapan dan di mana pun.
Upaya tersebut harus dilakukan secara bersama sesuai kemampuannya. "Ikhtiar ini tak mungkin dilakukan oleh pemerintah saja tapi berkolaborasi sesuai kemampuan masing-masing," ujar Nova Iriansyah.
Gubernur Aceh berharap, peringatan 17 tahun tsunami Aceh menguatkan semua pihak untuk selalu bersyukur dan bergerak maju menggapai masa depan Aceh yang lebih baik. "Semoga kita selalu bersyukur dan terus bergerak maju ke masa depan Aceh yang lebih baik," tutur Gubernur.