Pembinaan di tengah pandemi Covid-19, ujar Nur Isnaini, tetap terlaksana setiap hari. Para peserta bisa berinteraksi secara aktif dengan pengajar dan peserta lain menggunakan ruang virtual.
Pembinaan dalam bentuk learning camp yang biasanya dilakukan secara langsung atau tatap muka, dilaksanakan secara online. Meski demikian, learning camp yang dilaksanakan selama 1 bulan menjelang UTBK ini tetap disambut antusias hingga tuntas.
"Meski banyak keterbatasan fasilitas dan waktu, kelulusan peserta Beasiswa Perintis tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya, baik bagi mereka yang masuk PTN atau PTS, keduanya sudah sangat berjuang," ujar Isna, sapaan akrab Nur Isnaini.
Direktur Rumah Amal Salman Muhammad Kamal Muzakki mengatakan, Beasiswa Perintis masih diproyeksikan sebagai program talent scouting SDM berkualitas di Indonesia. Program Beasiswa Perintis yang diadakan secara nasional pada tahun ini diharapkan bisa menjadi wadah pencarian bibit unggul anak-anak di pelosok negeri.
"Beasiswa Perintis yang biasanya dilaksanakan hanya untuk wilayah Jawa Barat. Pada tahun ini dibuka secara nasional. Tentu ini merupakan ikhtiar kami untuk bisa lebih menjaring lagi bakat atau bibit unggul anak-anak di pelosok negeri agar bisa berkesempatan melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Semoga program Beasiswa Perintis semakin luas kebermanfaatannya,” kata Direktur Rumah Amal Salman.