Letkol Inf Medi Hario Wibowo mengatakan, sidak dilakukan bermula dari laporan masyarakat yang menyebutkan perusahaan tersebut tetap full produksi meski sedang PPKM darurat. Setelah dilakukan sidak, ternyata informasi tersebut benar. "Ini jelas melanggar Instruksi Mendagri, maupun SE Bupati," kata Wakil ketua Satgas Covid-19 Karawang.
Setelah dilakukan pendalaman, kata Letkol Inf Medi, perusahaan tersebut juga belum memenuhi standar protokol kesehatan Covid-19. Seperti, di lokasi makan atau kantin tak menerapkan jaga jarak sehingga rawan menimbulkan kerumunan.
"Mereka juga belum mempunyai struktur Satgas penanganan Covid 19 perusahaan sesuai surat edaran, namun hanya memfungsikan bagian staf fungsional perusahaan untuk penanganan Covid 19," ujar Letkol Inf Medi Hario Wibowo.
Sementara Perwakilan perusahaan yang menjabat HRD, Gilang mengatakan, selama ini sudah melakukan alur penanganan pencegahan Covid dengan baik dan maksimal. Jika ditemukan ada karyawan bergejala, pihaknya langsung melakukan tindakan dengan menggelar rapid test antigen.
"Jika hasilnya negatif, karyawan akan kami istirahatkan selama 5 hari. Setelah itu kembali dilakukan tes antigen. Jika positif langsung diarahkan untuk isolasi. Selama isolasi, perusahaan membantu memberikan pelayanan maksimal, seperti memberikan vitamin dan kebutuhan lainnya," kata Gilang.
Menurut Gilang, apabila ada karyawan bergejala berat dan hasilnya positif, maka langsung diisolasi dan tidak masuk kerja selama 14 hari (isolasi) serta dilakukan tracing. Bagi karyawan yang isolasi tersebut, perusahaan tetap membayar gaji penuh layaknya karyawan tersebut masuk kerja.
"Sampai saat ini jumlah kasus terkonfirmasi positif di perusahaan kami ada 536 orang, yang melakukan isolasi mandiri di rumah, di hotel dan ada pula dirawat di rumah sakit," ujarnya.