Selama di Bali, korban menjalani pengobatan medis, dan juga pemulihan kejiwaan dengan mengikuti terapi Yoga di Tampaksiring.
"Dari keterangan saksi selama korban diurus di Bali, memang mengalami penyakit epilepsi sejak 11 tahun dengan sering berobat medis," tutur Made Tama.
Pemeriksaan luar yang dilakukan Puskesmas Ubud 1 menemukan lebam pada area wajah korban, tangan, dan kondisi tubuh kaku. Ditemukan pula riwayat penyakit epilepsi berdasarkan keterangan dokter.
Menurutnya, jenazah korban ditemukan pertama kali oleh tukang sapu yang sedang membersihkan kamar kos korban. Saat itu korban dalam keadaan telungkup di lantai.
Pemilik kos yang mengecek kondisi korban menduga korban sudah meninggal dunia, sehingga menghubungi saksi Dewa Ayu Sri Agung yang sehari-hari mengurus korban.
"Pemilik kos menghubungi saksi Dewa Ayu Sri Agung yang biasa mengurus korban. Setelah itu saksi melapor ke Polsek Ubud dan selanjutnya dievakuasi," tuturnya.