"Bisa dibayangkan bagaimana kalau tidak ditemukan kasusnya? Itu akan menjadi efek bola salju suatu saat nanti. Hal ini yang harus kita hindari," katanya.
Dia mengatakan, dirinya bersama Gugus Tugas berupaya kerja serius untuk percepatan penanganan, saat penerapan adaptasi kebiasaan baru mulai 9 Juli mendatang. Oleh karena itu, penelusuran agresif yang disertai tes massif serta isolasi atau karantina akan terus digencarkan bersama dengan penerapan disiplin protokol kesehatan.
Dia menjelaskan, saat ini penyebaran Covid-19 di Denpasar paling banyak ditemukan dari klaster pasar, rumah tangga, dan pelaku perjalanan dalam negeri. Gugus Tugas di Denpasar akan terus melanjutkan rapid test massif untuk menemukan lebih banyak kasus positif di masyarakat.
"Jadi pemerintah terus melaksanakan penelusuran dan dilanjutkan dengan tes massif dan pemisahan antara masyarakat yang sehat dan terpapar covid-19 melalui proses isolasi dan karantina," ujarnya.
Melansir data Gugus Tugas Covid-19 Bali, jumlah kasus positif di Denpasar kini mencapai 715 orang dari total 1.940 kasus positif Covid-19 yang tercatat di Bali. Dari jumlah itu, 271 orang sudah sembuh dan 12 orang meninggal dunia. Saat ini masih ada 432 orang dalam perawatan.