"Astafirullah, semoga ini bukan pertanda akan datangnya musibah," tulisnya.
Sebelumnya, Bendesa Adat Sema Made Wardana mengatakan, kejadian matinya ribuan burung pipit secara mendadak terjadi sekitar pukul 05.00 WITA. Wilayah Banjar Sema ketika itu diguyur hujan lebat disertai angin kencang.
“Setelah hujan, burung pipit yang bersarang di sebuah pohon asem di areal kuburan adat Banjar Sema tiba-tiba jatuh dan mati. Sepertinya karena kedinginan, tadi pagi itu hujan deras disertai angin kencang,” katanya.
Made Wardana mengatakan, pohon asem yang berada di areal kuburan adat Banjar Sema tersebut selama ini memang merupakan tempat atau sarang ribuan burung. Akibat kejadian tersebut, warga setempat membersihkan bangkai burung yang berserakan di area kuburan agar tidak menimbulkan bau.