Sementara itu Bendesa Adat Kerobokan, Putu Agung Sutarja mengatakan, ritual Nangluk Merana menurut kepercayaan umat Hindu Bali hanyalah sebagai sarana berdoa. Tujuannya, agar seluruh umat mendapat perlindungan serta senantiasa dilindungi dari berbagai hal-hal negatif.
“Termasuk virus corona dan marabahaya lainnya,” katanya.
Penyelenggaraan upacara semacam ini, kata dia, diyakini memberi vibrasi positif dalam menyeimbangkan bhuana agung dan bhuana alit beserta alam semesta.
Di akhir upacara, seluruh hewan yang dijadikan persembahan selanjutkan diarak selama 3 kali putaran mengelilingi tempat upacara dan dibawa menuju ke pinggir pantai untuk kemudian dilarung ke tengah laut.