Dia mengakui, pelaksanaan tes swab di Desa Bondalem tidak mulus begitu saja. Ada beberapa orang di Desa Bondalem yang memang khawatir menjalankan tes swab.
Hal itu dinilai wajar karena ribuan warga desa itu menanggung beban psikis takut terjangkit corona yang menyebar cepat di desa itu.
Kendati demikian, tim Gugus Tugas Covid-19 dan Satgas Gotong Royong Desa Adat telah melakukan pendekatan agar mereka mau mengikuti tes swab.
Dikatakan Suyasa, percepatan tes swab ini dilakukan karena Pemkab Buleleng ingin kasus transmisi lokal di Desa Bondalem segera berakhir.
"Kalau hasil tes swab massal tidak ada positif, kita bisa segera deklarasikan kalau kasus Covid-19 di sana sudah tuntas,” ujar pria yang juga Sekretaris Daerah Buleleng ini.
Suyasa mengatakan, saat ini Pemkab Buleleng telah menyiapkan 200 alat test swab. Jumlah tersebut merupakan hasil dari analisis ilmiah. Dinkes Buleleng juga terus melakukan tracing kepada warga yang sempat melakukan kontak dengan PDP terkonfirmasi positif.
"Kalau tidak ada kasus baru, tanggal 17 Mei akan kami stop karantina desanya. Namun kalau masih ada kasus, mungkin kami perpanjang," ujarnya.